Manusia Pemakan Ikan: Belida Bakar Sambal Dabu-Dabu

Bagi yang tinggal di Kalimantan, adalah biasa jika sumber protein utamanya adalah ikan, terutama ikan air tawar. Terlalu banyak sungai malang melintang di pulau Kalimantan yang katanya masih di dominasi hutan, rawa, dan sungai tentunya.

Palangkaraya, kota terlembab yang pernah saya tahu. Saya bahkan tidak memerlukan lotion untuk membalut kulit setelah mandi, kecuali setelah berenang lebh dari satu jam. Di kota Palangkaraya sumber protein utamanya adalah ikan air tawar. Akan sangat menemukan ikan air tawar di pasar-pasar tapi memerlukan usaha ekstra untuk mencari ikan air asin di pasar-pasar di kota Palangkaraya. Tak seperti kota-kota di Jawa tentunya.

Selama berkuliah di Yogyakarta, saya selalu rindu untuk mengkonsumsi ikan yang sepertinya bukan jadi kegemaran masyarakat lokal. Bahkan kawan saya bercoloteh, “orang Kalimantan adalah manusia pemakan ikan.”

Suatu sore saya menemani ibu berbelanja di pasar tradisional yang hari pasarnya adalah hari rabu dan minggu itupun hanya buka sore sampai malam hari. Dan lokasinya bukan lah seperti pasar pada umumnya, lokasinya adalah jalan jalur ganda yang dipisahkan jalur hijau yang merupakan jalan masuk komplek permukiman.

Ibu saya membeli ikan Belida, ikan yang agak susah mengeksekusinya karena hampir setengah dari keseluruhan badan ikan dipenuhi duri dan kurang nyaman menikmatinya. Sebenarnya ikan Belida adalah ikan yang secara rasa termasuk ikan kegemaran saya. Karena berduri namun gurih itu pula biasanya ikan Belida diolah menjadi baso ikan atau bahkan kerupuk. Kawan saya yang berdomisili di Jambi pernah menceritakan kalau ibunya biasa mengolah ikan Belida menjadi mpek-mpek. Karena ikan Belida jarang sudah ditemukan di pasar makan digunakanlah ikan Tenggiri sebagai gantinya.

Ibu saya membumbui ikan Belidanya dengan perasan jeruk nipis, garam, bawang putih, kunyit, dan jahe sebelum membiarkannya beku di lemari es. Saya kemudian menambahkan perasan jeruk nipis, minyak sawit, dan sedikit kecap manis kemudian membakarnya di peamanggang anti lengket.

Ikan bakar tentunya kurang nikmat tanpa sambal. Jadilah saya merajang bawang merah, tomat, cabe rawit, dan bunga kecombrang. Saya campurkan dengan sedikit garam dan perasan jeruk nipis kemudian.

Makan malam yang menyenangkan dan membuat saya bersemangat kemudian.

11053182_10204842837492801_7859038225338020012_n

Ayo makan-makan enak

Jangan terlalu sering arik

Biar bahagia sejenak

Supaya tak jadi pelak

Advertisements