Adegan Epic: Kimi no Na wa (2016) – Makoto Shinkai

Kimi no Na wa Seorang kawan tiba-tiba saja menceritakan tentang film anime ini. Kawan saya seorang tukang gambar, jadi menurut saya mungkin dia berlebihan menceritakan film ini. Gambarnya bagus lah, ya tentu saja dia menganggap gambarnya bagus secara dia tukang gambar. Ceritanya bagus lah.

ceritanya bagus, kalau anime biasanyakan ceweknya yang usaha banget. Nah ini cowoknya juga usaha

Oh, kisah cinta ya? Ish drama sekali

Tapi ini bagus kok, coba nonton dulu. Lihat di YouTube coba

Kemudian saya membuka tautan yang dibagikan kawan saya itu.

Ini film semacam magic-magic gitu kah?

Ya ada dikit, tapi enggak lah. Nonton dulu.

Dan dengan segala kesuksesan film ini yang telah diceritakan oleh kawan saya pun tak membuat saya benar-benar ingin menontonnya. Sampai akhirnya instastory Barasuara yang sedang dalam penerbangan ke suatu kota entah apa saya lupa muncul lah film ini, Gerald menanyakan tentang film yang mereka nonton sepanjang penerbangan pada TJ Kusuma dan Iga Masardi. “Gimana Kimi no Na wa?”

Saya akhirmya menghubungi kawan saya lagi meminta bekas film Kimi no Na wa. Menontonnya sampai selesai, kemudian menontonnya lagi setelah selesai.

Film ini berkisah tentang Mitsuha yang berada di desa Itomori tiga tahun yang lalu bertukar tempat dengan Taki yang berada di Tokyo tiga tahun kemudian. Mereka bertukar tempat dan waktu melalui mimpi. Sampai akhirnya mereka tak bertukar tempat lagi dan Taki memutuskan untuk pergi mencari Mitsuha. Dalam pencariannya, Taki mendapati bahwa Itomori sudah tidak ada lagi, musnah tiga tahun lalu karena jatuhnya komet di desa tersebut. Kemudian perlahan Taki juga melupakan Mitsuha, bahkan tak mengingat lagi walau sekedar nama. Tapi film ini berakhir bahagia kok, jadi mereka bertemu lagi walau di waktu dan tempat yang berbeda kemudian.

*

“Gimana Kimi no Na wa, bagus kan?”

“Ya, lumayan lah.”

“Kalau anime biasanya kan ceweknya tu yang usaha banget, nah ini cowoknya juga usaha lah.”

“Iya, kata temanku yang kuliah di Jepang dulu juga gitu, Cowok Jepang tu dingin, nggak romantis. Kalah sama orang Indonesia, jago banget nggombalnya.”

“Kamu suka bagian yang mana? Aku punya adegan paling epic di filmnya itu.”

“Apa?”

“Itu waktu dia jatuh, terus dia llihat tangannya, ternyata tulisannya, ‘aku mencintaimu’. Emang kamu apa?”

“Waktu Taki bangun pagi di badannya Mitsuha, itu waktu dia pegang-pegang dadanya sendiri.”

“Ahahaha, iya itu epic banget apalagi yang terakhir, yang sambil nangis-nangis itu. Sampai demam ketakutan adiknya ngelihat dia.”

“Eis, jadi adegan favorite mu yang mana, waktu dia lihat tangannya itu apa pas dia pegang-pegang dadanya, nggak kreatif deh kamu.”

“Ahaha. Ya itu juga lah pokoknya.”

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s