Dari Hutan Sampai Ke Laut: Lesehan Meong-Pangkalan Banteng

Pangkalan Banteng adalah nama salah satu kecamatan di kabupaten Kotawaringin Barat. Ibukota kabupaten ini adalah Pangkalan Pun, salah satu tempat terkenal di kabupaten ini untuk saat ini adalah Teluk Kumai. Gegara pesawat udara komersil yang jatuh di perairan Teluk Kumai, jadilah tempat ini terkenal disebut-sebut di semua TV nasional lebih dari sepekan.

Bagi yang melakukan perjalan dari ibukota propinsi Kalimantan Tengah atau dari kabupaten Kotawaringin Timur menuju Kotawaringin Barat, sebelum sampai ke Pangkalan Bun atau yang akan ke Taman Nasional Tanjung Puting melalui pelabuhan Kumai akan melewati kecamatan Pangkalan Banteng. Mampirlah makan di warung sederhana bernama Lesehan Meong, berjarak sekitar 200 M setelah Polsek Pangkalan Banteng dari arah Sampit.

Warung ini awalnya memang menjual nasi kucing ala angkringan Jogja, tapi kurang banyak peminatnya. Lalu sang penjual mengganti menu prasmanan mulai masakan dari hasil berburu, hasil perkebunan bahkan hasil laut.

Wilayah Kalimantan yang masih didominasi oleh hutan membuat hasil hutan masih banyak diberdayakan termasuk dalam jenis makanan. Belum lagi wilayah Kotawaringin Barat yang berbatasan langsung dengan laut, membuat aneka hasil laut melimpah. Inilah yang memenuhi menu Lesehan Meong.

Menu masakan yang disajikan sebenarnya sederhana, namun variasinya banyak belum lagi harganya yang murah. Untuk ukuran warung makan di Kalimantan Tengah, belum lagi termasuk kecamatan yang jauh dari kota administrasi, Lesehan Meong termasuk sangat amat murah.

Dekat meja kasir tersaji semur jengkol sebaskom besar, pasti menggoda bagi pencinta jengkol. Kesukaan saya adalah semur daging rusa, daging rusanya lembut tanpa lemak dan bumbu pedas manis semurnya meresap ke daging rusa yang empuk, nyam…nyam…

Ada berbagai ikan air tawar juga yang dimasak mangut atau hanya digoreng garing disajikan dengan sambal.

Penggemar masakan laut, tersedia mangut ikan pari, aneka ikan laut goreng dengan sambal atau dengan kuah asam pedas. Belum lagi kepiting asam pedasnya yang nangkring di atas piring itu sebenarnya menggoda sekali. Tapi kesukaan saya untuk makanan laut adalah tumis pedas cumi-cuminya, pedasnya pas, cumi-cuminya empuk sekali tanpa ada rasa liat sedikitpun, dan bagian terbaiknya adalah sebagian besar badan cumi-cumi yang saya santap waktu itu dipenuhi telur.

Ah, enak betul makanan yang sederhana tapi maksimal benar dilidah. Ingin lagi ke sana lagi makan di Lesehan Meong……….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s