Roller Coaster Hidup: Api Di Dalam-KarnaTra

Pertama kali mengenal KarnaTra lewat majalah Rollingstone Indonesia yang menyebarkan single Pusara dalam album Api Di Dalam secara gratis. Walaupun tidak mengerti maksud dari lirik yang disampaikan, namun irama yang menyenangkan membuat saya menikmati lagu ini. Tapi katanya begitulah band indie membuat lirik lagu, mereka membuat pendengarnya bebas merepresentasikan maksud dari lirik lagunya. Atau tergantung dari sisi pendengarnya. Jika pendengarnya sedang jatuh cinta, irama musik yang didengar akan selalu menyenangkan (walaupun sebenarnya lagunya, lagu kelam. Tetap saja jadi lagu yang enak didengar). Atau jika pendengar sedang patah hati, maka lirik lagunya yang jadi perhatian. Jadi teriris-iris hati ini (ups…).

Saya memutuskan untuk membeli album Api Di Dalam. Sedikit perjuangan untuk bisa menikmati album ini, karena yang jual CD pakai acara salah mengirimkan CD yang saya minta.

Mendengarkan album Api Di Dalam membuat saya ngelamun merenungkan kalau hidup kadang sedih tapi bisa berganti suka dengan begitu saja, seperti roller coaster, perlahan naik tapi tetiba terjun bebas. Dalam album ini terdapat lelagu yang mewakili perasaan senang, sedih, dendam, rindu yang biasa dalam kehidupan.

Seperti lagu Kites yang bisa Anda dengar pada tautan dari akun soundcloud mereka di atas, selalu membuat saya terbayang suasana pasar malam yang meriah, rame, seru, riang, kembang api, rumah hantu, tong setandan bianglala. Atau lagu Libra yang mengingatkan pada ‘sang mantan’ dan rencana-rencana pembalasan yang kejam. Tapi Api Di Dalam, seperti sahabat yang menenangkan saat emosi nyaris meledak. Belum lagi Arman Dhani yang begitu ingin membahagiakan si Gadis Hujan.

Dan bagaimana syahdunya suasana saat dalam perjalan dengan kereta, menyandarkan kepala di jendela sambil menatap keluar mentari yang perlahan pulang ke peraduan saat terdengar dari pemutar musik….

Ku dengar senja bernyanyi merdu

Lewat jingga bahasa yang nyaris sempurna

Tersadar…. Kau tak berapa jauh

Jika didengarkan melalui piringan hitam sepertinya lebih dramatis, ah drama saja……..

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s